Previous Next


Pancasila Masuk Kurikulum

Posted by biar On - - 0 komentar

Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh menyatakan ideologi Pancasila akan kembali masuk kurikulum pendidikan mulai tahun depan. Pancasila akan masuk di semua tingkat pendidikan mulai sekolah dasar hingga perguruan tinggi.

“Nama mata pelajarannya, saya belum bisa tentukan. Yang pasti, secara eksplisit akan ada Pancasila-nya. Saya sudah buat tim untuk melakukan kajian terhadap hal itu,” kata Nuh kepada wartawan di sela acara pertemuan Menteri Pendidikan dari Negara Asia Tenggara dan Asia Timur di Nusa Dua, Bali, Minggu 5 Juni 2011.

Sejak masuk Kabinet Indonesia Bersatu II, Nuh mengaku sudah diminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk memikirkan pola pendidikan Indonesia yang tak melulu kognitif, tetapi juga termasuk di dalamnya pendidikan kepribadian dan peradaban.
“Oleh karena itu, kami sudah me-review kurikulum dan sudah menyiapkan pendidikan yang menekankan pada pendidikan karakter,” jelasnya.

Pendidikan karakter ini mencegah disintegrasi bangsa, aksi kekerasan atas nama kelompok tertentu dan agama. Tujuan ini, kata dia, bisa tercapai jika pendidikan karakter sukses menumbuhkembangkan rasa cinta dan bangga terhadap Indonesia.

Nuh melanjutkan, hilangnya pemahaman ideologi bangsa, Pancasila, pada anak didik negeri ini akibat dari konsekuensi logis perubahan kurikulum dan sistem pendidikan nasional yang berlangsung sejak 2003. Kala itu, inklusivitas ideologi Pancasila dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan diganti dengan Pendidikan Kewarganegaraan.
Sejak saat itu, kata dia, praktis Pancasila mulai tak lagi dihayati oleh anak didik, karena tak diajarkan secara langsung di sekolah-sekolah dan lembaga pendidikan lainnya.

“Untuk itu, perlu reaktulasisasi dan revitalisasi nilai-nilai Pancasila. Pendidikan Pancasila untuk masyarakat juga akan kami galakkan lagi. Hanya saja, formatnya bukan seperti P4 yang sangat dogmatis dan doktrinasi, tetapi lebih kepada dialektis. Karena biar bagaimana pun, harus ada adaptasi dalam menerjemahkan nasionalisme dalam kehidupan globalisme,” tegasnya.

Selasa, 7 Juni, imbuhnya, tim perumus akan menggelar rapat pembahasan soal Pancasila ini. Tim perumus itu terdiri atas pusat studi Pancasila di semua perguruan tinggi yang dilibatkan.

Categories:

Leave a Reply